<![CDATA[FOODTELLER - WHERE TO EAT THIS WEEKEND]]>Wed, 17 Jan 2018 07:54:57 -0800Weebly<![CDATA[Colette & Lola Senopati: Sweet Place for a Catch Up]]>Thu, 11 Jan 2018 08:32:02 GMThttp://foodteller.com/where-to-eat-this-weekend/colette-lola-senopati-sweet-place-for-a-catch-up
“Life is bitter, cake me away to – Colette & Lola.”

Tampak dari luar eksterior kafe ini terlihat seperti rumah kue. Collete & Lola, namanya. Salah satu kafe dalam naungan Ismaya Group. Nama Colette & Lola sendiri terinspirasi dari dongeng saudara kembar asal Perancis yang hobi membuat kue dan memiliki mimpi untuk membagikan kegembiraan dan manisnya hidup ke seluruh dunia. Sesuai dengan filosofinya, tempat ini terlihat playfull dalam permainan warna dan aksesoris.

Collete & Lola adalah perpaduan toko kue dan mini kafé. Selain dimanja oleh kue-kue yang pilihannya banyak seperti big cakes, small cakes, macarons, cupcakes dan aneka cookies. Salah satu favorit disini adalah Big Macs. Bentuknya sama dengan macaron lainnya namun rasanya menurut aku juara karena tidak terlalu manis sehingga tidak bikin enek. Soal harga juga tidak terlalu mahal. Untuk small cake dipatok harga Rp28.000 hingga Rp32.000.

Selain rasanya yang beraneka, bentuknya juga lucu-lucu. Contohnya I See Green yang merupakan padanan green tea yang bentuknya mirip minion. Buat Anda yang ingin menghadiahkan kue untuk orang terkasih saat perayaan hari penting, disini tempat yang tepat. Packaging-nya sangat catchy dan bisa ditambahkan greeting card dengan kata-kata indah sehingga perasaan Anda lebih tersampaikan.

Selain di Senopati, Colette & Lola juga hadir di Mall Kelapa Gading, Grand Indonesia, dan Puri Indah Mall.  Enjoy the sweetness of life!

Find me:

​Address: Jalan Senopati Raya No.64, RT.6/RW.3, Selong, Kebayoran Baru, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Phone: (021) 29007997
Hours: 10AM–10PM
Price Range: Rp210.000 for two people

]]>
<![CDATA[Kedai Kopi Apek, Legendary from Medan]]>Thu, 11 Jan 2018 04:33:31 GMThttp://foodteller.com/where-to-eat-this-weekend/kedai-kopi-apek-legendary-from-medan
There are thousands of stories told by old cups in this little tavern...
 
Setelah tersesat hampir 10 menit akhirnya saya menemukannya juga.... Rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika kaki saya melangkah masuk ke dalam bangunan sederhana yang tersembunyi ini. Didirikan sejak 1992, Kedai Kopi Apek memang tidak memiliki papan nama atau penunjuk tempat untuk menunjukkan keberadaannya.
 
Suasana Peranakan yang unik menyapa saya di pintu masuk dengan meja-meja bundar, kursi kayu, kalender tua yang menempel di dinding, dan ornamen kuno seperti cangkir dan piring tradisional yang menghiasi ruangannya. Hanya ada 3-4 meja kayu kuno dan harap bersabar jika datang di pagi hari karena selalu penuh. Di salah satu pojoknya terdapat area untuk sembahyang, salah satu ciri khas orang Peranakan Medan.
 
Kedai yang kononnya merupakan yang tertua di Medan ini didirikan oleh Thia A Kee dan Khi Lang Kiao – kedai kopi ini menggunakan nama anak mereka Atek, yang memiliki nama panjang Thia Tjo Lie – yang kemudian diturunkan ke Apek dan istrinya Lee King Lien. Setelah keduanya meninggal pada 2012, kedai ini dikelola oleh anak perempuan mereka Suyenti, yang tetap menjaga kenikmatan rasanya.

Kedai kopi ini tidak menampilkan kemewahan, sehingga kamu tidak akan menemukan mesin kopi tercanggih dan Air Conditioner. Yang ditawarkan adalah secangkir robusta Sidikalang mengepul nikmat. Biji kopi ini adalah rahasia nikmatnya. Jika kamu tak suka kopi O, disediakan pula susu kental manis. Uniknya susu kental manis disajikan terpisah di gelas kecil sehingga kamu bisa menyesuaikan rasa manis sesuai selera.  Nikmat benar menyesap kopi di dalam cangkir tua khas Kedai Kopi Apek.

Salah satu favorit lainnya adalah ada roti bakar dengan olesan serikaya. Biasanya beberapa pembeli menyelupkan roti ini ke dalam kopi untuk mendapat rasa lain. Ada juga telur ayam kampung setengah matang yang dimakan dengan merica, garam dan kecap asin. Namun saya tidak mencobanya. Dan lebih tertarik mencicipi nasi briyani dan martabak telur yang dijual di kios yang terletak di satu sudut kedai. Kedai ini memang mengijinkan pelangan untuk membeli makanan yang berada di sekitarnya.
 
Medan memang terkenal sebagai tempat pertemuan berbagai macam ras, mulai dari Peranakan, Tamil, Jawa, Batak dan lainnya. Dibuka dari jam 6 pagi hingga siang hari, tak hanya ditemukan pelanggan beretnis Tionghoa. Disinilah kelebihan kedai kopi Apek, sebuah tempat bagi penduduk lokal untuk sekadar melepas lelah sambil menikmati suasana masa lalu.
 
Find me:

Address: Jl. Hindu No. 37, Kesawan, Medan
Phone: (061) 77070138
Hours: Senin-Jumat, pukul 06.00-14.00 WIB;
Sabtu, pukul 06.00-13.30 WIB;
Minggu dan hari libur nasional, pukul 06.00-11.30 WIB
Price Range: Rp20.000/people
 

]]>